Buku Ayo Belajar Menghitung Waris karya Hidayat merupakan panduan praktis yang membahas hukum waris dalam Islam, khususnya metode faraid. Disusun secara sistematis dan mudah dipahami, buku ini bertujuan membantu pembaca—baik pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum—memahami prinsip-prinsip pembagian warisan sesuai syariat Islam. Dengan pendekatan langkah demi langkah, buku ini menjelaskan…
Hidup di dunia tak sekadar hidup dari segi fisik, tetapi juga hidup yang mampu menghidupkan orang lain. Menghidupkan dalam arti mampu memberikan manfaat kepada orang lain di setiap saat dan di setiap tempat. Seberapakah manfaat diri untuk orang lain? Inilah yang menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang hidup di dunia karena akan membawa ke kehidupan akhirat yang bahagia, yaitu surga-Nya. Menja…
Malu adalah perangai yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk dan tercela. Rasa malu pada diri setiap mukmin adalah sebuah keniscayaan, apalagi bagi seorang wanita yang merupakan perhiasan dunia. Nabi Muhammad SAW mengingatkan umat muslim untuk senantiasa menumbuhkan dan menjaga rasa malu agar terus hidup dalam diri setiap umat. Buku ini membahas berbagai probl…
Buku ini merupakan bagian dari seri Kisah 25 Nabi dan Rasul yang ditulis khusus untuk anak-anak, dengan gaya narasi yang ringan dan edukatif. Dalam kisah ini, Ririn Astutiningrum mengangkat perjalanan dakwah Nabi Shalih kepada kaum Tsamud—sebuah bangsa yang dikenal karena kemakmuran dan keangkuhannya. Nabi Shalih diutus oleh Allah SWT untuk mengajak mereka meninggalkan penyembahan berhala dan…
Buku ini merupakan panduan praktis dan spiritual bagi siapa pun yang ingin menjalankan bisnis dengan cara yang sukses sekaligus penuh keberkahan. Aulia Muthiah menyusun 77 prinsip bisnis berdasarkan ajaran dan teladan Rasulullah Muhammad ﷺ, yang mencakup nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kerja keras, dan etika berdagang yang adil. Penulis menekankan bahwa tujuan bisnis bukan hanya meraih…
Barangkali ada yang salah pada diri kita dalam menghayati dan memposisikan relasi manusia dan agama. Agama hadir untuk membantu mengembangkan kepriba- dian seseorang dan masyarakat, bukan untuk melakukan hegemoni dan memenjarakan martabat dan potensi kemanusiaan kita. Dengan kata lain, agama hadir untuk memperjuangkan martabat manusia, dan bukan martabat manusia dikorbankan untuk institusi agam…